Mengenal Lebih Jauh Kota Mekkah


Ngomong soal kota Mekkah, maka dalam benak kita akan terasa bahwa Mekkah adalah kota sakral-teologis di mana umat Islam menjalankan rukun Islam yang kelima, yaitu haji. Dan tak ada keraguan atas semua itu. Akan tetapi, sudah merupakan kelumrahan bahwa banyak dari masyarakat muslim, khususnya di Indonesia, hanya mengerti bahwa Mekkah itu adalah kota religius.

Pada musim haji, Mekkah merupakan sebuah kota di mana umat Islam berkumpul. Mekkah (baca: Ka’bah) menjadi pusat dan terminal peribadahan utama dan di damba-dambakan oleh setiap umat Islam.

Dalam ritual haji diisyaratkan bahwa, tidak ada pembadaan ras, suku, atau golongan. Kaya dan miskin bercampur baur dengan satu pakaian kebesaran yaitu pakaian ihram. Hal itu menandakan akan persatuan umat (Islam). Kota yang kurang lebih setiap tahun haji ini diziarahi sekitar dua juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk mengesakan Allah swt.. Tidak ada kota-kota wisata lain yang pengunjungnya melebihi Mekkah. Inilah kota istimewa dan diistimewakan oleh Allah swt..

Sejarah mencatat bahwa Mekkah adalah kota yang rentan akan perebutan kekuasaan. Itu menjadi bukti bahwa Mekkah begitu istimewa, sehingga para kabilah di sana saling berebut untuk menguasainya.

Adapun sejarah panjang Mekkah di mulai dari datangnya Nabi Ibrahim a.s. bersama istrinya Siti Hajar yang kemudian membangun Ka’bah bersama anaknya Ismail sebagai sarana menunjukkan ketundukkan kepada Allah swt.. Dari pembagunan tempat ibadah itulah Mekkah mulai dipadati pengunjung, tanpa ada promosi laiknya kota-kota lainnya.

Selalin itu, dalam  kenyataanya, banyak dari umat muslim mengenal Mekkah hanya dari segi teologisnya saja, yakni kota tempat beribadah. Tanpa mengetahui segi historis dari Mekkah itu sendiri. Padahal sejak dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail, Mekkah menjadi kota yang syarat akan nilai historis.

Buku “Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim” yang ditulis oleh Zuhairi Misrawi mengungkap akan historisitas Mekkah. Dalam buku ini, penulis berusaha menggambarkan kota Mekkah bukan hanya dari segi teologis atau sakralitasnya saja, akan tetapi lebih dari itu, penulis mengungkap sejarah dan teladan yang bisa diambil dari kota suci ini.

Gaya bahasa yang digunakan pun mengalir, membuat pembaca tidak akan bosan dan jenuh dalam membacanya, apalagi pembaca bisa memposisikan diri sebagai penulis, maka pembaca tentu akan lebih khidmat dan menyelami setiap bait yang ditulis oleh penulis alumni al-Azhar, Cairo, Mesir ini.

Buku ini dimulai dengan pengalaman pribadi penulis tentang mimpinya untuk bisa berziarah ke Mekkah (hal. 15-35), kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang perjalanan suci Nabi Ibrahim a.s. beserta istrinya Siti Hajar,  dan keistimewaan Mekkah.

Pennulis juga menyinggung segi sejarah arab yang dimulai dari Mekkah pra Islam, Mekkah masa Islam, Mekkah modern dan kemudian gambaran keadaan masjidil haram dari masa ke masa. Dilanjutkan dengan daya tarik Ka’bah yang mempesona (hal. 85-255).

Tidak lupa pula, penulis juga menceritakan mengenai air zam-zam dan revolusi yang digagas oleh Nabi Muhammad saw. atas kota Mekkah. Ditambah lagi deskripsi tentang pembangunan Mekkah dan perjuangan Nabi Ibrahim a.s. dalam berdakwah kepada kaum paganisme dan politeisme (hal. 257-272).

Akhir kata, buku ini cocok untuk dibaca oleh semua kalangan. Jarang—kalau tidak mau dikatakan tidak ada—kita akan menemukan buku yang berbicara tentang Mekkah yang kaya akan muatan seperti buku ini. Karena itulah, Prof Dr Komaruddin Hidayat dalam pengantarnya sampai mengatakan bahwa buku ini adalah buku terlengkap yang pernah ditulis oleh putra Indonesia dengan merujuk dan mengembangkan hasil riset ulama’ sebelumnya (hal. xiv). Oleh karena itu, bagi para pembaca yang ingin mendapatkan paparan historis-teologis  mengenai Mekkah, buku inilah cocok untuk dibaca dan dijadikan rujukan. (**)


Biodata Buku

Judul Buku       : Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim

Penulis              : Zuhairi Misrawi

Penerbit            : Penerbit Buku Kompas

Cetakan           : I, Agustus 2009

Tebal                : xviii + 374 halaman

0 Response to "Mengenal Lebih Jauh Kota Mekkah"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!