Tanyakan Pada Rumput Yang Bergoyang


Oleh: Abd. Basid

Suatu hari, ketika salah seorang dosen penulis mengajar mata kuliyah tafsir (al-Qur’an) di kelas, tanpa penulis sadara dosen tersebut nyelenting dengan perkataan “tanyakan pada rumput yang bergoyang” ketika memberi pertanyaan pada kami, mahasiswanya, dan kami tidak langsung menjawabnya secara refleks.

Mendengar selentingan tersebut, penulis langsung tercengang seakan tidak percaya bahwa ungkapan itu keluar dari dosen tersebut. Penulis tercengang bukan karena tidak pernah mendengar ungkapan itu. Akan tetapi karena ungkapan itu keluar dari dosen tafsir yang kayaknya tidak ada sangkut pautnya antara pelajaran tafsir dengan rumput bergoyang.

Kalau seumpamanya, ungkapan tersebut keluar dari dosen bahasa indonesia mungkin tidak perlu dicengangkan, karena itu sudah termasuk pada ungkapan tamtsil (perumpamaan). Atau dari dosen komunikasi yang membicarakan perfilman, karena pada tahun 1983-an ada film Indonesia yang berjudul “Rumput-Rumput Yang Bergoyang” yang disutradarai oleh Teguh Hendry Leo dan dibintangi antara lain oleh Anna Tairas dan Tuty Wasiat. Tapi, dosen penulis tadi adalah dosen tafsir dan berbicara tentang tafsir al-Qur’an.

Namun, setelah penulis terawang lebih lanjut akan ungkapan tersebut, ternyata ungkapan tersebut bisa dikatakan makna dari ayat al-Qur’an surat al-Anbiya’ ayat 7, yang berbunyi; “fas alu ahla al-dzikri in kuntum la ta’lamun” (maka bertanyalah pada yang tahu (baca: menguasainya), jika kalian tidak tahu (faham)), yang mana kalau arti ini “dimodernisasi”, maka bisa beredaksi; tanyalah pada rumput yang bergoyang.

Di sini, kata “rumput bergoyang” disamakan dengan “ahla al-dzikri” (orang yang tahu) dengan logika karena yang jelas seorang yang tahu (baca: ahli) sudah barang pasti ia menguasai (baca: bergoyang) banyak hal tentangnya untuk mengindahkan dan menyapa orang yang lalu lalang dan lewat di dekatnya.

Dalam keheningan rumput yang bergoyang, bisa kita temukan makna dari semua kisah. Dalam keheningan rumput yang bergoyang, kita bisa menangkap arche-idea (ide awal sesuatu) yang tak terjelaskan kata-kata dari sebuah isyarat. Begitu juga, dalam ketenangan bertanya pada ahla al-dzikri ketika tidak tahu, bisa kita temukan jawaban yang kita cari. Dengan keterbukaan bertanya pada yang ahli semua yang tak terjelaskan dengan kata-kata dapat tergantikan dengan jawaban ahla al-dzikri.

Kembali pada selentingan dosen penulis tadi, artinya, dengan dosen penulis tadi mengeluarkan ungkapan “tanyakan pada rambut yang bergoyang”, maka bisa difahami bahwa beliau mengajarkan pada kami agar bertanya pada ahlinya jika kita tidak tahu (faham). Karena kadang ada orang yang tidak tahu, namun ketika ditanya dia berusaha menjawab seakan-akan tahu dan faham akan yang dimaksud, padahal sejatinya dia tidak tahu (faham). Hal yang demikian itu bisa terjadi apabila yang bersangkutan merasa gengsi untuk mengatakan tidak tahu dan tidak mau bertanya pada orang lain—apalagi yang bertanya adalah orang yang posisinya di bawahnya, seperti adik kelas (kalau dalam dunia kampus dan sejenisnya).

Jika orang yang tidak tahu bersikap sok tahu, maka orang tersebut tidak ubahnya seperti halnya orang musyrikin dalam kontek ayat di atas. Ayat “fas alu ahala al-dzikri in kuntum la ta’lamun” ini membicarakan dan menanggapi akan keberatan orang musyrikin yang tidak percaya akan kenabian dan kerasulam Muhammad saw. waktu itu. Karena demikian, maka jika orang musyrikin tidak percaya tentang kenabian dan kerasulan Muhammad saw., Allah swt. memerintahkan mereka untuk bertanya kepada orang-orang yang tahu, misalnya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani waktu itu.

Seperti itu juga, jika pengetahuan kita menyangkut hal apapun begitu dangkal sehingga tidak tahu akan sesuatu, maka seyogyanya kita harus bertanya kepada yang tahu, agar nantinya tidak dzillun mudzillun (sesat dan menyesatkan)—yang pastinya agar kita tidak seperti orang musyirikin dalam ayat di atas. Wallahu a’lam bisshowab...

3 Responses to "Tanyakan Pada Rumput Yang Bergoyang"

  1. Terima Kasih di atas perkongsian saudara.Saya mendapat manfaat daripada-nya.

    BalasHapus
  2. @http://hatimukmin.com/: Sama2. Semoga terus bermanfaat. Amien...

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!