Bagi penerbit atau penulis yang ingin bukunya diresensi di koran atau dipajang di blog ini, silahkan mendonasikan buku terbaru dengan cara mengirimkan ke alamat: ABD. BASID, Dsn. Tanjung Lor (Belakang MAN Karanganyar) RT 02 RW 01 No. 31, Karanganyar, Paiton, Probolinggo 67291   »   Selanjutnya, jika Anda ingin bertemu saya di Facebook, klick di sini

16 Juli 2009

Cegah Flu A-H1N1


Oleh: Abd. Basid

Flu A-H1N1, yang lebih dikenal dengan sebutan flu babi merupakan virus yang ditimbulkan dari gabungan unggas (flu burung) dan manusia (flu manusia). Kedua virus tersalurkan kepada babi yang menularkannya kembali pada manusia. Virus influenza A-H1N1 ini mulai terkenal pada tahun 1918-1919 di Spanyol yang menekan 25 juta korban jiwa.

Baru-baru ini, virus flu A-H1N1 menyebar ke Indonesia yang bisa dibilang sudah mulai menjangkiti seluruh daerah. Sebagaimana diberitakan banyak media bahwa rumah sakit-rumah sakit di Indonesia sudah mulai didatangi pasien yang terkena virus flu A-H1N1. Seperti di RS Sanglah, Bali, sudah 6 orang, RSPI Sulianto Saroso, DKI Jakarta, sudah 46 orang, RSPAD Gatot Subroto, DKI Jakarta, sudah 5 orang, RS Siloan Kebun Jeruk, DKI Jakarta, sudah 2 orang, RS Hasan Sadikin, Jawa Barat, sudah 5 orang, RS Adam Malik, Sumatera Utara sudah 6 orang, RS Kanudjoso Djati Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah 2 orang, RS International Bintaro, Banten, 1 orang, RS Sardjito, DI Yogyakarta, 1 orang dan di Jawa Timur yang tersebar di RS Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang dan RSUD Nganjuk kesemuanya 5 pasien, dengan rincian; RS Dr. Soetomo 1 orang, RSSA 3 orang dan RSUD Nganjuk 1 orang (Kompas, 15/7/9).

Untuk mencegah agar virus mematikan ini tidak menyebar dan menular pada sekitar, maka masyarakat dan pemerintah diharapkan sadar akan bahaya dari virus flu A-H1N1 ini, dengan cara selalu membiasakan gaya hidup sehat, yaitu gizi cukup, istirahat cukup, lingkungan bersih, dan cuci tangan dengan sabun setelah bepergian dan akan makan.

Selain itu, pemerintah dituntut bisa proaktif untuk mencegah menyebarnya virus flu A-H1N1 dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, termasuk di lingkungan publik seperti terminal dan bandara. Artinya, dengan kondisi itu, kita berharap pemerintah—terutama Departemen Kesehatan (Depkes)—terus memantapkan kesiagaan seluruh jaringannya. Selain mendeteksi para penumpang di bandara dan pelabuhan laut, Depkes harus konsekuen menyiapkan rumah sakit dan SDM-nya di tanah air untuk sigap.

Disamping itu juga, pemerintah harus lebih bersikap terbuka dan bermitra dengan badan kesehatan international. Hal ini bisa mengaca pada Meksiko yang bisa mengatasi/mengendalikan virus flu A-H1N1 ini secara efektif karena pemerintah Meksiko mau bersikap terbuka dan bermitra dengan badan kesehatan international. Keterbukaan mengenai situasi yang ada dan kesediaan untuk bekerja sama dipandang sebagai kunci keberhasilan pengendalian penyakit influenza membahayakan ini.


Tambah Anggaran

Sampai tulisan ini ditulis dan sesuai informasi yang penulis dapatkan bahwa di Indonesia pasien suspect influesza A-H1N1 yang meninggal sudah dua orang, yaitu di Padang, Sumatera Barat, dan Bali.

Untuk mengantisipasi terjangkitnya virus flu A-H1N1 masyarakat diharapkan waspada dengan tidak mengabaikan hal-hal yang sekiranya bisa menyebabkan menularnya virus flu A-H1N1. Masyarakat yang baru saja bepergian ke daerah luar untuk lebih waspada terhadap kemungkinan tertular virus flu A-H1N1 seperti mengantisipasinya dengan menggunakan masker dan sejenisnya. Karena banyak pasien yang terkena virus flu A-H1N1 setelah mereka ada/datang dari luar daerah (negeri).

Dan juga perlu diperhatikan, jika ada gejala-gejala, maka diharapkan untuk segera melaporkan pada pihak berwajib, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan (Dinkes). Gejala flu A-H1N1 ini seperti influenza musiman dan pnumonia, antara lain demam, lendir berlebihan dari hidung dan tenggorokan, kesulitan bernafas atau bernafas pendek, rasa tertekan pada dada dan perut (nyeri), pusing tiba-tiba, mual, muntah berat, serta batuk. Kondisi gawat darurat pada anak ditandai dengan pernafasan cepat atau sulit bernafas, warna kulit kebiruan, tidak cukup minum, susah bangun, tidak berinteraksi dan rewel. Gejala mirip flu membaik, tetapi lalu kembali dengan gejala demam dan batuk hebat, diare, serta muntah. Lebih dicurigai lagi jika dalam tujuh hari sebelum sakit ada kontak dengan kasus konfirmasi A-H1N1 atau berkunjung ke area kasus konfirmasi A-H1N1.

Persediaan obat-obatan untuk mengantisipasi penyebaran virus flu A-H1N1 juga harus disiagakan di puskesmas/rumah sakit daerah. Dalam hal ini peran pemerintah sangat menentukan dengan mencanangkan tambahan anggaran untuk produksi obat-obatan antikuman virus semisal vaskin/tamiflu. Seperti apa yang telah dilakuakan pemerintah Thailand dan AS.

Di Jawa Timur, misalnya, tepatnya di Kota Kediri mengalami kekurangan obat tamiflu. Akibat kekurangan tersebut, stok tamiflu sejumlah puskesmas tidak merata (Kompas Jatim, 15/7/9). Memang penyebab dari kurangnya obat tamiflu tersebut bukan karena minimnya anggaran, akan tetapi untuk mengantisipasi kekubutuhan mendadak, maka anggaran tambahan sangat dibutuhkan.

Akhir kata, jika semua kalangan (masyarakat dan pemerintahnya) sadar dan waspada, maka pengalaman saat menangani mewabahnya virus flu burung (H5N1) yang oleh banyak kalangan dianggap tidak tuntas tidak akan terulang lagi. Dan yang jelas tanpa mengenyampingkan kekuasaan tuhan yang maha kuasa dan berkehendak.

Surabaya, 16/7/09

Teruskan Membaca...

About Pena Pagi

Sebelum saya memaparkan lebih jauh tentang Pena Pagi, maka kiranya perlu untuk saya paparkan terlebih dahulu latar belakang saya selaku adminnya.

Sebagaimana tertulis di bagian profil pada blog ini, bahwa Abd. Basid adalah tidak lain hanyalah insan dhoif, putra dari keturunan Ahmadiyah (bukan Ahmadiyah aliran Mirza Ghulam Ahmad lho... hehe). Tapi Ahmadiyah yang berarti putra dari pasangan Ahmadi dan Hamiyah (Ahmadiyah). Dia dilahirkan di Pulau Garam, Madura, tepatnya di Kota Pendidikan, Pamekasan, pada tanggal 7 bulan September tahun 1986.
***
Pena Pagi
Kenapa harus Pena Pagi, kok tidak yang lainnya? Ada apa dengan Pena? Inti jawabannya adalah karena pena merupakan mata dunia. Dengan pena kita bisa tahu/keliling dunia. Untuk lebih jelasnya akan hal ini pembaca bisa membaca dan menyimpulkan sendiri dari isi artikel esai yang berjudul Verba Valent, Scripta Manent pada blog ini. 

Selanjutnya, ada apa dengan Pagi? Pagi merupakan suatu waktu di mana setiap makhluk tuhan memulai aktivitasnya. Pagi di mana matahari menyinari bumi. Pagi di mana waktu menghangatkan karena sinar matahari. Dari sinilah nama Pena Pagi muncul.

Verba Valent, Scripta Manent 
Verba Valent merupakan ideologi Pena Pagi. Maka dari itu, di bawah tulisan Pena Pagi ada kata Verba Valent, Scripta Manent—yang tidak lain karena hal itu sangat erat hubungannya dengan Pena Pagi (blog ini) itu sendiri. Untuk jawaban lengkapnya dari Verba Valent, Scripta Manent ini pembaca bisa membaca artikel esai yang berjudul Verba Valent, Scripta Manent, sama seperti yang telah diutarakan di atas.
***
Kurang lebih filosifinya seperti itu. Untuk hal lebih lanjut, pembaca bisa langsung menaruh komentar pada kotak komentar yang telah tersedia pas di bawah tulisan ini. Insyaallah komentar pembaca akan muncul plus tanggapannya setelah admin menyetujuinya. Dan jikalau pembaca masih belum puas lagi saya bukanlah alat pemuas (sory guyon dikit. He He). Yang maha Putihlah pemuasnya (kalau yang ini tidak guyon).

Akhir kata, saya sangat mengapresiasi dengan komentar dan masukan konstruktif pembaca. Karena semua itu akan menjadi wasilah baginya untuk bisa berpikir dan "hidup".

Sekian dan terima kasih!!!
Salam Pena Pagi
Abd. Basid, admin Pena Pagi



Teruskan Membaca...

12 Juli 2009

Cerdaskan Anak Didik Bersama Jatim Park


Oleh: Abd. Basid

“Jawa Timur Park, Taman Belajar dan Rekreasi”, seperti itulah yang penulis temukan di pintu utama Jawa Timur Park (Jatim Park) ketika penulis berkunjung kesana pekan lalu (30/6). Tempat wisata yang terletak di Jl. Kartika 2 Batu-Jawa Timur itu memang tempat wisata yang memadukan antara dunia hiburan dan dunia belajar dalam satu ruang dan satu waktu.

Jatim Park menyediakan berbagai fasilitas, baik yang bersifat rekreatif seperti flying tornado, rumah hantu, kolam renang, rumah sesat dan lain-lain. Dan yang bersifat edukatif seperti Science Park, Agro Park, Reptil Park, Miniatur Candi, Baby Zoo, dan fasilitas pembelajaran lainnya.

Sesuai dengan informasi yang penulis peroleh dari iptek.net.id bahwa kawasan belajar di Jatim Park terdiri dari 12 stand dengan luas sekitar 1000 m2. Berisi alat-alat peraga IPTEK dan karya-karya teknologi inovatif, seperti lorong 1000 bayangan, kultur jaringan, aneka model organ tubuh manusia, bola plasma, dan bola bernaulli.

Di tempat tersebut siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat menyaksikan dan mencoba peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mereka diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkaya pemahaman, mengapresiasi temuan-temuan teknologi, dan akhirnya dapat mempercepat proses pemberdayaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kelak menjadi unsur penguat dalam kompetitif antar bangsa.

Banyak yang dapat diambil pelajaran ketika pengunjung masuk ke Jatim Park, mulai dari sejarah kerajaan sampai etnis budaya daerah yang ada di Jawa Timur dan mulai dari ilmu pengetahuan alam sampai sosial.

Seperti yang ada di ruangan SC. Biologi, Kimia dan SC. Fisika, Matematika pengunjung akan menemukan semua bentuk pelajaran biologi, kimia, fisika dan matematika yang disertai peraga dan petunjuknya masing-masing. Pengunjung akan tahu seperti apa bentuk pencernaan yang ada pada tubuh manusia, gaya gravitasi, ilmu hitung dan sejenisnya.

Di ruang Diorama Sejarah Bangsa pengunjung akan melihat dan membaca sejarah bangsa Indonesia yang dilengkapi juga dengan gambar-gambar para pahlawan proklamator sampai patung-patung kecil yang menggamabarkan keadaan perjuangan para pahlawan sejarah terdahulu.

Miniatur-miniatur tempat bersejarah juga menghiasinya, seperti miniatur Gapura Asta Tinggi Sumenep, rumah tinggal kiai Kasan Besari Ponorogo, Punden Berudak Kendalisada dan lain sebagainya yang semuanya tidak mungkin penulis sebutkan dalam tulisan pendek ini.

Fosil-fosil binatang purba juga tersaji rapi dengan segala bentuk mulai dari fosil gajah sampai binatang-binatang kecil sejenis semut.

Dengan keberadaan Jatim Park yang seperti itu, bagi penulis Jatim Park dapat memberi peluang besar bagi peserta didik, mulai dari tingkat TK-SMU dan mahasiswa, untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperolehnya, dalam suasana rekreatif dan rileks. Dan sekolah—khususnya—sebagai institusi utama yang mengemban upaya pencerdasan kehidupan bangsa dapat memanfaatkan Jatim Park sebagai media pembelajaran luar kelas (outdoor activity) bagi peserta didiknya.

Fasilitas permainan bisa menjadi alternatif selanjutnya bagi pengunjung untuk me-refresh otak. Mulai dari permainan yang penuh tantangan dan keberanian, seperti flying tornado, rumah hantu, columbus dan sejenisnya, sampai permainan yang tidak mengandug tantangan seperti lembar bola dan lain sebagainya.

Adapun faidah yang dapat penulis—dan mungkin masyarakat umum—ambil dari semua jenis permainan itu adalah, pertama, dzikrul maut (ingat mati). Dengan naik flying tornado, rumah hantu, colombus kita akan ketakutan yang dengan takut kita akan lebih ingat kepada tuhan. Kita akan memikirkan “masa depan” kita dan akan ingat mati (dzikrul maut), yang hal itu memang dianjurkan dalam Islam agar kita senantiasa ingat kepada Allah swt..

Kedua, pelatihan sabar. Dengan adanya antrean sebelum masuk ruangan/arena permainan, pengunjung secara otomatis diharuskan untuk sabar menunggu giliran masuk. Karena kesadaran tertib antre tidak jarang menjadi problem kebanyakan masyarakat. Seperti apa yang terjadi di Probolinggo bulan kemarin (4/7). Pada waktu itu pada penanda tanganan buku rekening tunjangan fungsional (TF) guru non-PNS di lingkungan Depag Kabupaten Probolinggo berlangsung kacau. Semua itu terjadi karena mereka (guru) tidak sabar antre (Jawa Pos, 5/7).

Ketiga, patuh peraturan. Kadang kita tidak bisa sabar untuk menunggu giliran masuk karena antri. Tapi, dengan antre tidak secara langsung kita dilatih bersabar dan mematuhi undang-undang wisata untuk masuk secara bergantian sesuai dengan giliran.

Keempat, nilai toleransi. Dengan kesohoran Jatim Park dan didatanginya banyak orang dari berbagai etnis, baik luar jawa maupun jawa sendiri, kita juga dituntut untuk bisa saling menghormati antar sesama pengunjung. Pengunjung tidak boleh mengganggu atau mencela kebiasaan/budaya etnis lain yang tidak sama dengan kita, selagi tidak melanggar peraturan (negara-agama).

Di Jawa Timur, untuk tempat wisata sejenis di Jatim Park, baru ada di Lamongan, Wisata Bahari Lamongan (WBL). Untuk yang lainnya masih belum. Untuk itu, untuk meningkatkan nilai-nilai plus siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum melalui media pembelajaran luar kelas (outdoor activit), mereka diharapkan bisa memanfaatkan akan keberadaan tempat wisata seperti Jatim Park. Dan pemerintah bisa mencanangkan atau menciptakan Jatim Park-Jatim Parak di daerah lain selain di kota Batu dan Lamongan. Karena, selain manfaat yang telah penulis paparkan di atas, tempat wisata seperti Jatim Park juga dapat meningkatkan nilai ekonomi daerah itu sendiri. Jika demikian, maka pendapatan daerah/kota akan bertamabah dan makin maju.




Teruskan Membaca...

My Studies School

  • MI (Madrasah Ibtidaiyah) Riyadul Mubtadiin Plakpak Pegantenan Pamekasan Madura
  • SDN Plakpak IV Plakpak Pegantenan Pamekasan Madura
  • MTs (Madrasah Tsnawiyah) Al-Karomah Palengaan Pamekasan Madura
  • MA (Madrasah Aliyah) Mambaul Ulum Bata-Bata Palengaan Pamekasan Madura
  • Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya-sekarang

My Aktivity

  • Anggota IMABA (Ikatan Mahasiswa Bata-Bata) cabang Surabaya
  • Anggota Jurnal TH Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • Editor Buletin Bismillah (Buletin anak TH Khusus) Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • Jurnalis Ikatan Mahasiswa Alumni Bata-Bata (IMABA) Cabang Surabaya
  • Mahasiswa Tafsir Hadits (TH) kelas Khusus Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • PimRed buletin as-Salam (buletin anak eLMEN'S (Lingkar Mahasiswa Pamekasan Surabaya))
  • Santri Pesantren Mahasiswa (PesMa) IAIN Sunan Ampel Surabaya

Recent Comments

Followers

 

Copyright © 2009 by Pena Pagi

DI SINI >>> Abdi Pena || Iq@h || Bismillah