Mbah Surip dan Lagu Tak Gendongnya*


Oleh: Abd. Basid

Berita duka meninggalnya Mbah Surip seakan membius seluruh Tanah Air. Banyak kalangan ikut berbela sungkawa atas meninggalnya seniman asal Mojokerto, Jawa Timur, ini. Orang nomor satu di Indonesia pun, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), tidak mau ketinggalan. Penyanyi yang jadi meliuner dengan lagu Tak Gendong-nya itu meninggal dunia Selasa (4/8) lalu. Mbah Surip dikabarkan meninggal karena terkena serangan penyakit jantung.

Mbah Surip merupakan sosok orang yang sederhana. Dengan lagu Tak Gendong-nya Mbah Surip membawa dunia hiburan seakan-akan menemukan jati dirinya. Kalau selama ini dunia hiburan identik dengan kemewahan, glamour, necis, dan sejenisnya, tetapi Mbah Surip datang bersama lagu Tak Gendong dengan format kesederhanaan, baik penampilan maupun lirik lagu yang ia nyanyikan.

Lagu Tak Gendong dihafal banyak kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Maia Estianti pun tergila-gila dan menyanjungnya sampai dia memprediksi bahwa ring back tone (RBT) lagu tersebut sudah tembus Rp 5 miliar, dan akan bertahan lama. Kesuksesan beliau dan lagu Tak Gendong-nya merupakan kesuksesan yang terbilang unik menurut kacamata umum. Lihat penampilannya yang sederhana, wajah yang tidak seganteng Ariel Peterpan atau Pasya Ungu, suaranya yang pas-pasan, dan lirik lagunya yang sederhana banget. Bahkan lagu keduanya; Bangun Tidur, yang sudah mulai beredar dan rencananya akan difilmkan, juga tidak jauh beda dengan lagu Tak Gendong. Sederhana dan lucu.

Ada apa di balik kesuksesan Mbah Surip dan Tak Gendong-nya? Ternyata Mbah Surip merupakan sosok pekerja keras, pantang menyerah, dan persistent (teguh). Lagu Tak Gendong sebetulnya sudah dibuat pada 1983 atau 26 tahun lalu, saat Mbah Surip bekerja di pengeboran minyak di Amerika. Begitu pulang, dia menawarkannya ke industri musik. Mbah Surip, konon, telah mengirimnya ke Sony BMG, Musika, dan Nagaswara. Namun, ketiga industri musik tersebut menolaknya.

Singkat cerita, akhirnya Mbah Surip bertemu Falcon Music. Dia datang ke Jalan Duren 3, Jakarta, markas Falcon Enterprise, naik motor tua yang dimodifikasi, dan mempertontonkan lagu ciptaannya itu kepada Naven, bos Falcon, yang akhirya diterima dan kontrak pun diteken.

Meskipun sudah diterima Falcon Music, ternyata Tak Gendong tak kunjung muncul. Lagu tersebut tidak langsung muncul di TV. Bahkan, klip videonya pun belum dibikin. Ternyata, Naven sengaja menahannya dengan alasan pencarian pasar yang pas untuk lagu semacam lagu itu. Karena, lagu-lagu yang hit waktu itu masih lagu yang bertemakan cinta dan mellow. Baru setelah grup band Kuburan yang fenomenal dengan lagu andalannya “A Minor D Minor”, yang semua pemain memupuri wajahnya serbaputih itu, lagu Tak Gendong muncul dengan rambut rastanya Mbah Surip. Akhirnya, lagu itu mendapat respon positif di belantika musik Tanah Air. Lagu itu melaedak, laris, dan populer—sampai mengantarkan Mbah Surip menjadi seniman meliuner karena profit RBT lagunya tersebut.

Dari pemaparan di atas, kita bisa menarik benang merah bahwa kesuksesan Mbah Surip tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak seenak yang kita lihat sekarang. Dia harus susah payah menawarkan pada banyak industri musik. Dan, setelah diterima pun ia masih harus bersabar dan menunggu lama hingga peluncuran lagu impiannya dilakukan. Subhanallah.

Dari sini kita bisa mengambil hikmah akan pentingnya sebuah perjuangan yang akhirnya membuahkan kesuksesan. Kerja keras, pantang menyerah, dan persistent menjadi kunci sukses keberhasilan setiap insan. Untuk itu, kita dilarang untuk bersikap malas. Tidak mau berusaha dan mudah putus harapan. Kita jangan bermimpi untuk menjadi kaya kalau kita tidak berusaha untuk menjadi kaya. Faktor keberuntungan memang ada pada setiap keberhasilan, tetapi tentu tidak ada sukses yang tidak direncanakan. Tidak ada kemenangan tanpa strategi, kata Sun Tzu. Allah swt. tidak akan memberikan sesuatu pada hamba-Nya kalau tidak dibarengi usaha.

Banyak orang yang tidak percaya mendengar kabar akan kematian Mbah Surip. Namun, ya, yang namanya ajal memang tidak bisa diketahui oleh siapa pun dan tidak bisa ditawar lagi. Kalau sudah saatnya tidak akan ke mana lagi. Kita hanya bisa mendoakan semoga amal ibadah Mbah Surip diterima di sisi Allah swt. dan semua keluarga yang ditinggalnya mendapat kesabaran dan ketabahan. Amien.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kegigihan Mbah Surip. Mbah Surip, I Love You Full![abdi]


*telah dimuat di media online AndaLuarBiasa[dot]com

pada pekan ke-3 Agustus 2009




0 Response to "Mbah Surip dan Lagu Tak Gendongnya*"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!