Benarkah Kita Sudah Merdeka?


Oleh: Abd. Basid

64 tahun sudah Indonesia merdeka. Peringatan-peringatan berbau nasionalisme banyak kita temukan, mulai dari penghiasan jalan sampai upacara bersama. Dan masih banyak lagi ritual memperingati HUT RI yang tidak mungkin penulis utarakan dalam coretan pendek ini.

Pertanyaannya sekarang; apakah kita memang sudah merdeka? Mendengar pertanyaan ini mungkin ada yang beranggapan agak aneh, karena sudah jelas Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya 64 tahun silam, tapi masih ada pertanyaan, apakah kita memang sudah merdeka.

Indonesia memang sudah merdeka melawan pejajah. 64 tahun silam proklamasi kemerdekaan di bacakan dan ditanda tangani bapak founding father kita, Soekarno. Namun, bagi penulis, kita belum merdeka melawan syaitan. Banyak pemimpin kita yang tidak mengatas namakan rakyat, politik kita masih politik berbau uang, banyak anak-anak tidak bisa mengenyam enaknya pendidikan, tayangan TV kita masih jauh dari mendidik, kalau meminjam istilahnya Iwan Fals, tontonan televisi kita masih berorientasi iklan dan masih banyak lagi hal-hal yang mengindikasikan akan ketidak berdayaan negara kita terhadap syaitan. Kenapa begitu? Semua itu karena kita belum bisa mengalahkan syaitan. Ironis.

1 Response to "Benarkah Kita Sudah Merdeka?"

  1. Abdi., kalau menurutku, setengah merdeka setengahnya lagi nggak. “Mereka (para pemimpin)” sudah sangat merdeka. Terbukti dengan bebasnya mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Setan sudah melepaskan kekangan mereka. Sedang kita (rakyat) masih terjajah. Terjajah oleh “mereka”. Whihihi.., Kita basmi yuk!! O ya Abdi! Nama dia Syaitan atau Setan ya! Jangan sampek salah nulis. Entar Duko! He.he,

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!