PPT, Sinetron Kaya Akan Makna


Jujur. Menonton film Para Pencari Tuhan (PPT) saya merasa eman untuk tidak menontonnya. Bagi saya PPT kaya akan makna yang dapat kita petik hikmahnya. Pada PPT 1 (2007), sutradara mengenalkan karakter tokoh, latar belakang, dan persoalan mereka. Di PPT 2 (2008) sutradara menggali lebih dalam persoalan kemiskinan yang membelit tokoh seperti Azrul (Azrul Dahlan) dan Udin Hansip (Udin Nganga). Keputus asaan kedua tokoh tersebut dieksploitasi menjadi menu utama cerita PPT 2. Dalam PPT 3 (2009) Azrul dan Udin Hansip lebih nyantai menghadapi kemiskinan mereka. Mereka tidak lagi seputus asa seperti di PPT 2. Mereka bahkan bisa membangun mimpi pergi haji.

Banyak pesan-pesan agama (moral) yang dapat kita ambil darinya. Mulai dari PPT 1 sampai PPT 3. Contoh kecilnya seperti pada salah satu episode PPT 3, misalnya, diceritakan, Pak RW dan dua pengikutnya menuntut Pak Jalal meminta maaf karena mendoakan Pak RW di depan toilet di Makkah, bukan di depan Ka’bah.

Pak Jalal memenuhi tuntutan Pak RW. Tetapi, Pak RW tidak serta merta memberi maaf. Ust. Ferry yang menjadi fasilitator mendesak Pak RW untuk memberi maaf dengan mengingatkan bahwa Allah swt. saja maha pemaaf. Dan masih banyak lagi pesan agama yang tersaji pada film PPT.

Selain itu, pesan yang berupa kritik juga ada pada PPT. Seperti yang tersaji pada PPT 3, sutradara Kiki Zakaria menyodorkan persolan baru yang tidak tersaji pada PPT 1 dan 2, yakni, pemilihan ketua RW dan segala tipu daya politik yang dilakukan para kontestan. Pak Jueng misalnya, membagi-bagikan bahan-bahan pokok kepada orang miskin agar memilih dia sebagai ketua RW. Dia juga pura-pura rajin shalat agar disangkan taat beragama.

Maulana berusaha mengambil hati warga dengan membersihkan got. Idrus (Pak RW yang lama) meminta Pak Jalal untuk mendoakannya di depan Ka’bah ketika menunaikan ibadah haji agar bisa terpilih lagi sebagai ketua RW.

Dengan kisah seperti itu, PPT seakan menyentil elite politik Indonesia yang kira-kira berperilaku serupa ketika pengikuti pemilu 2009 lalu, yakni memanfaatkan uang, bahkan simbol agama, untuk merebut simpati pemilih.

Nilai penting dari PPT adalah PPT mengajak pemirsa untuk bisa memahami agama dari pengalaman hidup sehari-hari daari berbagai tokoh di dalamnya. Seperti jagal hewan dan marbot Bang Jack; tiga mantan narapidana, Chelsea, Barong, dan Juki; dua orang miskin, Azrul dan Udin Hansip; Pak Jalal yang kaya raya; Pak RW yang licik dan korup; Baha yang pemabuk dan kisah cinta pemuda, Azzam, Ayak, dan Kalila.

Dan yang lebih penting lagi, tidak ada tokoh yang bener-benar sempurna dalam PPT. Semua tokoh memiliki sisi baik dan buruk. Bang Jack digambarkan bijak tetapi kadang konyol. Pak Jalal yang dermawan, tetapi suka pamer dan kadang meledek orang lain. Ust. Ferry yang juga digambarkan bijak dan baik pemahaman agamanya ternyata juga harus terus-menerus menjaga penampilan. Dan Azzam, Ayak, dan Kalila anak muda yang akhirnya kisah asmaranya berbentuk segitiga. Semua itu menunjukkan hal yang manusiawi. Tidak seperti sinetron kebanyakan yang hanya berisi tokoh serba sangat. Sangat jahat dan sangat baik.

Sinetron ini sangat bagus dan layak ditonton semua kalangan. Anak muda, mahasiswa, pengusaha dan lainnya boleh benci film sinetron, tapi rugi kalau juga benci PPT. PPT memang film yang berupa sinetron, akan tetapi tidak seperti sinetron kebanyakan. Selamat nonton![abdipena]


***

Judul : Para Pencari Tuhan 1, 2, dan 3

Sutradara : Kiki Zakaria

Produser : Deddy Mizwar

Pemain : Deddy Mizwar, Akri, Agus Kuncoro, Zazkia Adya Mecca, Arrt Ivano, Udin Nganga, Azrul Dahlan, Tora Sudiro.

2 Responses to "PPT, Sinetron Kaya Akan Makna"

  1. Saya setuju dengan cak Basid, memang sinetron tersebut banyak mengandung pesan-pesan moral yang tidak terkesan menggurui. Sinetron tersebut memang layak ditonton...

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!