Menjadi Pengusaha Sukses

Menjadi seorang pengusaha merupakan profesi yang banyak didambakan banyak orang. Hal itu dikarenakan profesi pengusaha identik dengan kemapanan hidup. Jika seseorang sudah menjadi pengusaha, maka yang terbayang di pikiran banyak orang adalah ia sudah nyaman, aman, dan bisa tidur nyenyak tanpa harus memikirkan apa yang harus ia makan esok hari karena semuanya sudah ada.

Anggapan di atas benar adanya, karena seorang pengusaha tidak usah mencari kerja, melainkan ia mempekerjakan orang. Ia tidak lagi mengharap gaji, melainkan ia yang menggaji orang lain. Dengan demikian, meski ia tidak bekerja sendiri, tapi ia bisa mengambil untung dari karyawan yang bekerja padanya.

Meskipun demikian, fakta di lapangan tidak banyak orang yang berani menjajali dunia usaha mandiri. Alasan klasiknya, mereka masih beranggapan bahwa untuk menjadi pengusaha membutuhkan duit dan modal yang banyak. Padahal kalau memang betul-betul ingin mencobanya, menjadi pengusaha tidak harus dengan modal berlimpah, apalagi di zaman informasi seperti sekarang ini yang segala sesuatu bisa didapat dengan mudah tanpa harus mengandalkan fisik dan materi. Jika di era pertanian dulu harus mengandalkan fisik dan era industri mengandalkan materi, pada era informasi ini hanya membutuhkan kemauan, tidak lagi fisik dan materi.

Kiranya sekilas gambaran di atas itulah yang ingin disampaikan Purdi E. Chandra dalam buku Cara Gila Jadi Pengusaha, Virus Entrepreneur Jadi Pengusaha Sukses ini. Dalam buku setebal 231 halaman ini Purdi E. Chandra mengajak pembaca untuk menjadi orang kaya dengan memilih menjadi pengusaha.

Hematnya, menjadi pengusaha bisa menjadi solusi untuk mengatasi kegelisahan hati karena dompet yang sering tipis dan kosong. Rezeki itu bisa diusahakan menurut mimpi. Rezeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita (hal. 5).

Selain itu, untuk menjadi pengusaha tidak harus berpendidikan tinggi, bermodal banyak, dan berotak cerdas. Fakta di lapangan banyak di antara masyarakat kita yang sudah sarjana ternyata masih tercatat sebagai pengangguran, yang mempunyai cukup modal mandek, dan yang berotak cerdas tak kunjung “berkuasa”. Sebaliknya, cukup banyak orang yang sukses tanpa menyandang gelar sarjana dan banyak pengusaha yang memulai usahanya dengan mengembangkan mimpi-mimpinya dari modal nol (hal. 4).

Yang paling dibutuhkan untuk menjadi pengusaha hanya keberanian. Berani mencoba dan memulai usaha dengan langkah nyata. Mitos kegagalan dan modal melimpah yang seringkali menjadi hantu menakutkan harus dibuang jauh-jauh.

Dalam dunia usaha tidak ada kamus kegagalan. Keterpurukan yang mereka anggap sebagai kegagalan lebih tepatnya karena ia berhenti mencoba, bukan karena gagal. Untuk itu, seorang pengusaha agar senantiasa terus mecoba dan mencoba lagi. Kegagalan yang mereka alami sebelumnya harus menjadi pelajaran dan koreksi untuk langkah selanjutnya menuju kesuksesan. Karena sejatinya dari sebuah kegagalan seseorang bisa berprosese dan mengambil pelajaran penting untuk menuju sukses.

Kegagalan yang sering menghantui tersebut biasanya dikarenakan seseorang merasa tidak ahli, tidak punya ide, dan tidak berduit. Akibatnya energi mereka habis hanya untuk berpikir dan berpikir terus mau bagaimana, bisnis apa, dan modal dari mana, tapi tidak ada wujudnya. Oleh karena itulah, seseorang harus memiliki keberanian memulai bisnis apa pun yang diinginkan. Dalam hal ini Purdi E. Chandra berbagi jurus, bahwa ketika seseorang mau memulai bisnis tapi terkendala oleh modal, maka solusinya bisa memakai jurus BODOL (Berani, Optimis, Duit, Orang, Lain), dalam artian untuk memulai bisnis harus berani dan optimis. Toh, kalau kenyataannya tidak punya modal bisa pakai atau pinjam duitnya orang lain.

Jika seseorang punya duit atau modal, tapi ternyata tidak ahli dalam bidang bisnis yang dijalankan, solusinya bisa memakai jurus BOTOL (Berani, Optimis, Tenaga, Orang, Lain), dalam artian selain memiliki keberanian dan keoptimisan, seseorang bisa memakai tenaga orang lain yang ahli agar bisnis tetap jalan.

Selanjutnya kalau ternyata tidak punya ide bisnis, solusinya bisa dengan jurus BOBOL (Berani, Optimis, Bisnis, Orang, Lain), dalam artian seseong bisa meniru dan nyontek bisnis orang lain yang sudah atau sedang berjalan.

Purdi E. Chandra mengalogikan hal ini dengan seseorang yang mau masuk kamar mandi, di mana kalau seseorang mau masuk kamar mandi ia tidak banyak pikir. Kalau lantas airnya kurang hangat atau terlalu dingin, ia bisa mengaturnya kemudian. Seperti itu juga, seumpama bisnis yang kita jalankan kurang berkembang, kita bisa mengaturnya di jalan (hal. 76).

Sebagai testimoni banyak tips dan trik dalam buku ini yang bisa dijadikan panduan memahami dengan mudah bagaimana cara memulai menjadi pengusaha. Dengan bahasa yang simpel dan mudah difahami buku ini menawarkan pola pikir baru tentang bagaimana mestinya memulai usaha dengan keberanian, tanpa uang, bakat, keturunan, keahlian, dan pengalaman.

Terakhir, buku ini mengajak segenap pembaca agar dalam hidup ini tidak selalu bergantung kepada orang lain. Mencari kerja pada orang lain memang baik, tapi membuka lapangan kerja untuk orang lain jauh lebih baik.

Data Buku
Judul : Cara Gila Jadi Pengusaha
Penulis : Purdi E. Chandra
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 18 Februari 2013
Tebal : 231 halaman
ISBN : 978-979-27-1281-0
Harga : Rp88.000

*dimuat di Okezone.com (Jum'at, 13 Desember 2013)

0 Response to "Menjadi Pengusaha Sukses"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!