Ini Cara Mengelola Keuangan Keluarga

Mempunyai keuangan yang stabil dalam berkeluarga merupakan dambaan setiap insan, tak terkecuali mereka yang baru membina rumah tangga. Bahkan stabilitas keuangan ini tidak jarang menjadi pertimbangan utama seorang lajang untuk tidak segera menikah, meskipun pada hakikatnya ia sudah matang secara umur.

Buku Sakinah Finance, Solusi Mudah Mengatur Keuangan Keluarga Islami ini memberikan solusi dari permasalahan di atas. Buku setebal 180 halaman ini menyuguhkan sebuah langkah sukses agar keuangan keluarga tidak lagi menjadi permasalahan utama dalam membina rumah tangga bahagia, yang dalam bahasa buku karya duet suami-istri ini disebut sakinah finansial.

Hemat penulis buku ini, untuk mencapai sakinah finansial dalam keluarga, kunci utamanya ialah dengan perencanaan keuangan dalam setiap waktu. Perencanaan ini dimaksudkan untuk bagaimana mengelola pendapatan, pengeluaran, impian dan keinginan, surplus dan defisit, dan managing contigency (hal tak terduga). Lanjutnya, perencanaan dan tata kelola keuangan yang baik akan menentukan ketentraman rumah tangga dan terciptanya sakinah finansial.

Pada praktinya, pengelolaan keuangan keluarga setidaknya terfokus pada lima hal. Pertama, dalam mengelola pendapatan keluarga, bagaimana sekiranya pendapatan keluarga diperoleh dengan niat yang benar (karena Allah), berasal dan mengutamakan dari sumber yang halal, memulai pekerjaan di waktu pagi, dan senantiasa menyambung silaturrahmi.

Kedua, pengeluaran dikelola bagaimana sebisa mungkin belanja keluarga diutamakan pada kebutuhan prioritas, untuk hal-hal yang halal dan thayyib, untuk kontribusi zakat, infak, shadaqah, dan sejenisnya, dan yang paling penting pengeluaran yang direncanakan didasarkan pada perasaan ikhlas (qana’ah), di mana qana’ah ini bisa menjadi sikap alternatif gaya hidup yang diharapkan mampu membatasi keinginan yang berlebihan.

Ketiga, sebuah impian (dreams) dan keinginan (wants) yang memang wajar dimiliki sebuah keluarga harus memperhatikan rambu-rambu isyraf (berlebihan), mubadzir, serta tidak melalaikan tugas utama kita kepada Allah. Langkah drastis yang bisa dilakukan dalam mengola wants dan dreams ini adalah berusaha meminimalisasi jumlah keingina atau impian, khususnya yang termasuk kategori mewah atau yang hanya diperlukan untuk kesempurnaan suatu penampilan atau gaya hidup.

Keempat, surplus dan defisit merupakan dua keadaan yang bertolak belakang, di mana kedua-duanya harus sama-sama dikelola dengan baik. Surplus harus dikelola agar tidak terjerumus pada jurang defisit. Bagitu juga jika terlanjur terjadi defisit, maka bagaimana caranya agar naik menjadi surplus dan minimal balance. Cara mengelola surplus bisa dengan menabung, investasi pasar modal, logam mulia, properti, atau investasi langsung (secara pasif) untuk unit usaha di sektor riil.

Selanjutnya keadaan defisit setidaknya bisa dikelola dan diatasi dengan tiga hal; pertama meningkatkan pendapatan dengan mencari pekerjaan tambahan atau menjual aset yang kurang diperlukan. Kedua, mengurangi jumlah pengeluaran nonrutin dan memangkas secara agresif anggaran pengeluarang yang kurang penting. Ketiga, meminjam jika cara sebelumnya sudah tidak mungkin lagi, meskipun cara yang terakhir ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dengan memilih sasaran yang betul-betul bertekad secara islami, tanpa riba.

Kelima, hal-hal tak terduga yang kadang datang secara tiba-tiba dan tak disangka harus diantisipasi mulai jauh-jauh hari. Karena bagaimana pun juga seseorang dan setiap keluarga pasti akan mengalaminya. Bahkan seringkali kejadian ini membutuhkan dana yang terkadang cukup besar dan terjadi di saat seseorang tidak siap. Sebagai antisipasi dari hal ini dana emergency dan perlindungan asuransi bisa menjadi solusi sebagai persiapan menghadapi situasi darurat, sepeti sakit, terkena dampak bencana, dan seterusnya.

Dari lima pengelolaan di atas mengindikasikan bahwa sebuah perencanaan keuangan itu sangatlah penting untuk mencapai dan terciptanya sakinah finansial. Antara pendapatan dan pengeluaran sebisa mungkin harus seimbang. Dengan kata lain tidak besar pasak daripada tiang. Meskipun demikian, bukan berarti perencanaan ini mencegah seseorang untuk mendermakan hartanya sebanyak mungkin karena bisa menyalahi perencanaan awal, akan tetapi hal itu setidaknya dan bagaimanapun juga untuk melatih seseorang untuk tidak merasa kekurangan dengan harta yang sedikit dan tidak pula boros ketika hartanya sudah banyak.

Sebagai tertimoni, buku ini cocok untuk dibaca oleh setiap orang, khususnya pasangan keluarga, baik yang akan menikah atau yang telah menikah. Tidak bisa dipungkiri keuangan keluarga yang stabil dan terkelola dengan baik akan menentukan ketentraman rumah tangga. Tak peduli berapa pun penghasilan yang ada.

Data Buku
Judul : Sakinah Finance
Penulis : Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin
Penerbit : Tinta Medina, Solo
Cetakan : I, Juni 2013
Tebal : xxviii + 180 halaman
ISBN : 978-602-9211-79-5
Harga : Rp. 30.000,00

*telah dimuat di WASATHON.COM

0 Response to "Ini Cara Mengelola Keuangan Keluarga"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!