Sukses Menjadi Inovator Sejati

Zaman informasi seperti sekarang menjadikan persaingan hidup semakin ketat. Yang tertinggal akan tersingkir. Untuk itu, diperlukan sebuah terobosan baru agar manusia mengikuti perkembangan sehingga mampu bersaing.

Buku To Be An Innovator karya Peng Kheng Sun ini bisa menjadi modal untuk menemukan sebuah terobosan baru untuk mengatasi perubahan zaman.

Buku ini menawarkan menjadi inovator out of the box sehingga kreatif. Menjadi inovator dewasa ini mutlak adanya. Kalau tidak, seseorang akan diam di tempat, tidak berkembang. Jika ingin maju, seseorang harus berani melakukan terobosan-terobosan baru.

Jika pada zaman pertanian mengandalkan fisik, era industri menjagokan materi. Di zaman informasi sekarang, otaklah yang bekerja dan menjadi taruhan menemukan langkah-langkah baru.

Maka, demi sebuah inovasi, tidak jarang perusahaan-perusahaan besar dunia berani menginvestasikan sebagian besar dananya untuk riset dan eksperimen karena segala sesuatu terus berubah. Inovasi menjadi sebuah kebutuhan untuk mengimbangi perubahan yang semakin cepat.

Tidak hanya untuk sebuah perusahaan, buku 364 halaman ini juga membahas inovasi bagi individu (personal) yang jarang diulas. Untuk menjadi inovator bagi diri sendiri, seseorang bisa berinovasi, seperti dalam pekerjaan, kesehatan tubuh, sikap, pikiran, berkeluarga, dan mengelola keuangan.

Sebagai modal untuk melancarkan sebuah inovasi, seseorang tidak boleh terlena ketika mencapai sebuah tujuan dan berlarut-larut ketika gagal.

Seseorang harus memberlakukan keduanya sementara. Seseorang boleh merasa puas dengan tujuan yang telah dicapai, tapi jangan terlalu lama. Di balik itu, ia harus sadar dan berinovasi untuk mencapai kembali hasil yang lebih baik. Begitu juga ketika gagal.

Kecewa memang manusiawi, tapi jangan sampai berlarut-larut. Dia harus belajar dari kegagalan. Perlu disadari bahwa kesuksesan dan kegagalan merupakan proses yang sama-sama positif bila mampu menyikapi dengan bijak (halaman 151). Untuk itu, seorang inovator harus mampu berpikir kreatif, bereksplorasi, mengatasi masalah, memanfaatkan perubahan, jeli, berani menghadapi risiko, proaktif, dan kompeten.

Seseorang tidak boleh takut memasuki area "gelap" yang belum dilalui karena dari situ pengalaman inovasi akan dimulai. Ia harus berani menanggung risiko sebagai harga kesuksesan yang harus dibayar. Kesuksesan memang mahal sehingga membutuhkan inovasi.

Tetapi biaya kegagalan yang permanen karena tidak mau berinovasi jauh lebih mahal. Bayarannya kemiskinan, keterpurukan, depresi, kesusahan, dan keputusasaan (halaman 123). Ada beberapa langkah agar bisa menjadi inovator sejati. Misalnya, berusaha menemukan kesempatan di dalam setiap bidang kehidupan (halaman 154).

Kemudian, mencari ide baru. Artinya, setelah seseorang menemukan kesempatan berinovasi. Langkah selanjutnya akrab dengan ide. Pahami seluk beluknya lalu bereksperimen. Hal ini penting dijalani karena tidak ada ide sempurna yang muncul begitu saja (halaman 155).

Berikutnya, eksperimen dan eksplorasi untuk menguji kekuatan ide untuk membantu seseorang mengumpulkan bahan berinovasi (halaman 156). Pesan utama buku ini, inovasi sekarang tidak lagi menjadi monopoli perusahaan-perusahaan besar atau orang-orang genius. Setiap individu berpeluang sama untuk mencapai sukses.

Data Buku
Judul : To Be An Innovator
Penulis : Peng Kheng Sun
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : I, 2013
Tebal : 364 halaman
ISBN : 978-979-22-9221-3
Harga : Rp78.000
*telah dimuat di harian Koran Jakarta (25 April 2013)

1 Response to "Sukses Menjadi Inovator Sejati"

  1. Wou, muantap kang. Kunjungi blog baruku yak, hee http://elangkesepian.wordpress.com/

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!