Merindukan Sosok Sang Terpilih*

Tidak asing bagi kita bahwa Nabi Muhammad adalah sosok Nabi terakhir yang memang terpilih. Gelar almusthofa (terpilih) adalah salah satu gelarnya yang tidak dimiliki oleh orang lain, sekalipun nabi-nabi sebelumya. Perkataan, sikap, dan perilakunya senantiasa mencerminkan keluhuran budi pekertinya. Setiap perkataannya merupakan wahyu dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Karena itulah Michael H. Hart, seorang sarjana fisika, astronomi, dan hukum Amerika Serikat (AS), dalam salah satu penelitiannya menjadikannya sebagai orang nomer satu yang paling berpengaruh di dunia, mengungguli para tokoh dan pengemuka lainnya dari berbagai agama, suku, ras dan generasi di dunia.

Sebagai nabi akhir zaman, peran Nabi Muhammad sangatlah sempurna. Kepribadiannya tidak habis untuk digali dan diteliti, baik sebagai negarawan, pemimpin, dan hampir seluruh dimensi kehidupannya telah dikupas dan dikaji. Sejak kanak-kanak, dewasa, hingga tua. Termasuk diantaranya buku Sirah Nabi karya Syaikh Shafiyurahman Al-Mubarakfuri, penulis terbaik sejarah nabi asal India versi rabithah al-alam al-islami ini.

Disebutkan, bahwa kepribadian Muhammad sudah tampak sejak kecil, bahkan ketika lahir, di mana pepohonan yang awalnya tidak berbuah, dengan lahirnya Nabi Muhammad menjadi berbunga dan berbuah lebat. Tanah yang awalnya tandus, menjadi subur. Dan seluruh alam seisinya bertasbih dan berdzikir menyambut kelahiran sang terpilih yang lahir di Kota Makkah, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (hal. 26-29).

Ketika beranjak menjadi anak anak, tumbuh dewasa, dan sampai diangkat menjadi Nabi, putra Abdullah itu semakin menggambarkan bahwa dia adalah benar-benar orang yang terpilih dan diutus untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada di muka bumi ini.

Ketika Muhammad kecil diasuh oleh Halimatus Sa’diyah dia adalah sosok yang mendatangkan keuntungan bagi sekitarya. Dikisahkan, pernah terjadi keajaiban dialami Halimatus Sa’diyah ketika dia bersama suaminya dalam suatu perjalanan mengendarai khimar. Khimar yang karakternya berjalan lambat, tapi ketika itu khimar yang dikendarai Halimatus Sa’diyah dan digendongannya ada Muhammad, tanpa disangka berjalan cepat, bahkan dengan cepatnya mendahului hewan kendaraan lain yang dikendarai orang lain di depannya.

Ketika tumbuh menjadi remaja dan dewasa, Muhammad menjadi sosok terpercaya dan menjadi kepercayaan setiap orang, hingga akhirnya ia mendapatkan gelar Al-Amin (orang yang dipercaya). Ketika menjadi seorang Nabi, dia menjadi sosok yang adil, bijaksana, dan wibawa, baik di mata keluarga, sahabat, dan seluruh umat—bahkan orang yang memusuhinya sekalipun (hal. 33).

Meski secara nasab Nabi Muhammad adalah keturunan ningrat Makkah (Quraisy) dan Nabi Ibrahim dari jalur Ismail, dua Nabi yang pertama kali membangun Ka’bah, namun dia tidak membanggakan diri dan membusungkan dada. Dia tetap memposisikan dirinya sebagai manusia biasa dan makhluk Allah layaknya yang lain. Ketika umatnya duduk, dia juga duduk. Ketika umatnya berdiri, dia juga ikut berdiri. Bahkan dalam keadaan bahaya dalam perang pun dia juga mempertaruhkan nyawanya, memegang sejata dan melindungi pasukannya.

Contoh kecilnya bisa dilihat ketika terjadi perang parit (khandaq), perang terberat sepanjang sejarah Islam, di mana umat Islam yang waktu itu masih sedikit diserang oleh 10 ribu pasukan ahzab (pasukan), di sana Nabi Muhammad berperan utuh mengatur strategi dan ikut menggali parit sebagai salah satu strategi melumpuhkan lawan sedalam 7 sampai 10 hasta (3,2-4,6 meter), lebarnya 9 hasta (4,1 meter), dan panjangnya 5000 hasta (2286 meter) (hal. 198-206).

Buku sejarah nabi ini mengupas berbagai sisi kehidupan Nabi Muhammad, yang bisa dijadikan teladan bagi kita semua dalam menata kehidupan yang baik, khususnya di masa globalisasi sekarang ini yang berjalan pincang tak bermoral dalam berbagai sektornya.

Bahasa dalam buku ini begitu jernih dan uraiannya mengalir lancar bak sebuah karya sastra yang menemukan muaranya. Membacanya akan membuat kita larut dalam jejak kehidupan dan perjuangannya, cocok dibaca siapa pun tanpa mengenal faham dan tingkatan, khususnya bagi mereka yang mencintai dan ingin meneladani kepribadian dan jejak perjuangannya.

Data Buku
Judul : Sirah Nabi: Buku Sejarah Muhammad saw.
Penulis : Syaikh Shafiyurahman Al-Mubarakfuri
Penerjemah : Ganna Pryadharizal Anaedi
Penerbit : Mizan Pustaka, Bandung
Cetakan : I, Februari 2012
Tebal : 369 halaman
ISBN : 978-979-433-694-6
Harga : Rp. 79.000,00
*telah dimuat di Harian Duta Masyarakat (Minggu, 10 Juni 2012)

0 Response to "Merindukan Sosok Sang Terpilih*"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!