Kala Cinta Menggoda Gracie*


BAGI para pencinta novel terjemahan, pastinya mengenal penulis yang bernama Sherryl Woods. Dia adalah penulis novel terkenal asal Virgina, negara bagian Florida. Ia sudah menulis lebih dari 100 judul buku (novel) best seller.

Salah satu ciri tulisannya adalah gaya bahasa yang bernyawa dan setting daerah yang khas, yang diambilnya dari setiap daerah yang pernah ia singgahi. Semua ini tidak lepas dari kesukaannya berwisata dari satu daerah ke daerah. Novel Amazing Gracie ini pun ber-setting kota selama ia menghabiskan musim panas favoritnya di daerah Colonial Beach, Virginia.

Seperti yang diungkapkan penulis dalam pengantarnya, bahawa novel ini menjadi pilihan utama RT Book Reviews dan kemudian dinobatkan sebagai salah satu dari 200 buku terbaik selama 20 sejarah penerbitan.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Gracie MagDougal (Gracie), Maximillian Devereaux (Max), dan Kevin Patrick Daniels (Kevin). Gracie digambarkan sebagai seorang perempuan yang suka keindahan dan kerapihan. Ia begitu sopan terhadap tamu-tamu yang menemuinya. Sedangkan Max digambarkan sosok bertolak belakang dari Gracie. Max cenderung egois dan tidak memerhatikan kenyamanan tamunya. Sedangkan Kevin digambarkan sebagai lelaki yang mencoba untuk menggantikan dan menghilangkan bayangan Max dari pikiran Gracie, yang pada akhirnya keduanya kesandung cinta.

Diceritakan, Gracie adalah seorang manajer hotel bertaraf yang sangat gila kerja. Ia rela berpindah-pindah hotel dari daerah satu ke daerah yang lainnya hanya karena kegilaannya bekerja sebagai manajer hotel bertaraf internasional, yang pada suatu waktu ia sempat bekerja di hotel Wordwide yang di CEO-i oleh Maximillian Devereaux.

Namun, karena tetidakcocokan Gracie terhadap gaya memerintah Max, Gracie akhirnya berhenti dan memutuskan untuk mencari hotel lain. Gracie merasa tidak cocok dengan Max karena sifat Max yang tidak begitu mementingkan kesopanan terhadap tamu, sedangkan Gracie sendiri ingin selalu begitu menghormat para tamu yang singgah menginap. Pada hal yang kecil pun Max tidak begitu peduli. Ia hanya peduli pada uang semata, tanpa memikirkan kenyamanan tamu. Bahkan kadang Max jengkel terhadap sikap Gracie yang selalu ingin mengganti setiap hari bunga yang layu di Wordwide. Bagi Max bunga diganti setiap seminggu sekali saja, karena dapat menghemat pengeluaran.

Meski Gracie memutuskan untuk tidak lagi bekerja di Wordwide di bawah arahan Max, Gracie tidak tahu mau pindah ke mana. Ia sudah tidak mempunyai orang tua, sanak saudara, dan teman. Setelah keputusannya itu yang terlintas di benaknya hanyalah sebuah kota yang sempat ia kunjungi bersama keluarganya waktu ia kecil dulu; sebuah kota Pantai Seagull Point di Virginia.

Sambil mencari pekerjaan baru, Gracie menghabiskan liburan di Pantai Seagull Point. Di sana ia mulai memikirkan dan mencari tempat mana yang akan ditujunya setelah liburan di Pantai Seagull Point, namun ia tak kunjung menemukannya. Singkat cerita saat ia berjalan-jalan di sana, ia tertarik pada rumah tua bergaya Victoria yang langsung menghadap ke pantai. Instingnya sebagai seorang manajer berbagai hotel mengatakan bahwa rumah tua itu akan menjadi sebuah penginapan yang sangat menarik. Namun, niat untuk memiliki rumah tua itu tidak mulus. Dia dihalangi Kevin Patrick Daniels.

Kevin adalah pemilik rumah tua bergaya Victoria itu. Ia pria tradisional dan cukup terkenal di kota itu. Gracie mendambakan rumah tua itu, namun Kevin tidak tertarik untuk menjualnya. Berbagai negosiasi dicoba Gracie, tapi Kevin tetap pada pendirian awalnya. Gracie hanya menetap (menginap) di rumah itu tidak sebagai pemilik rumah.

Seiring berjalannya waktu, niat awal Grecie untuk menetap sementara di rumah bergaya Victoria itu mulai berubah. Ia semakin yakin dengan penginapan itu. Kevin pun makin keras untuk tidak menjual rumah itu. Komunikasi yang intens antara keduanya mendatangkan perasaan "aneh" yang merajai mereka-perasaan yang tidak mau diakui oleh keduanya. Gracie merasakan kenyamanan di penginapan itu saat bersama Kevin. Dan begitu juga dengnan Kevin. Kevin merasa beban-beban yang dipikirkannya semakin berkurang seiring dengan perkenalannya dengan Gracie.

Akhir cerita, novel yang dialihbahasakan oleh Gracia Meirisa ini mempunyai khas ala Sherryl Woods; pengungkapan emosinya yang penuh perasaan. Karakter, setting, dan plot cerita di dalamnya saling melengkapi. Pengombinasian antara plot dan karakter di dalamnya menempatkan buku ini istimewa bagi yang membacanya. Dengan demikian, kiranya tidak berlebihan ketika RT Book Riviews menilainya bahwa novel ini menghasilkan pengalaman membaca seindah emas 24 karat alias sempurna. Anda percaya?


Data Buku

Judul: Amazing Gracie

Penulis: Sherryl Woods

Alih Bahasa: Gracia Meirisa

Penerbit: Violetbook, Jakarta

Cetakan: I, 2010

Tebal: 414 halaman


*Resensi ini telah dimuat di koran Jurnal Nasional (10/10/2010)

1 Response to "Kala Cinta Menggoda Gracie*"

  1. dari KOLUMNIS pindah ke RESANSATOR
    sip... sip... sip...
    kalo resensi emang tadhe' bheruiyeh

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!