Politikus Harus Punya Basis Kuat*

Oleh: Abd. Basid

Pada penutupan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas Hipmi) ke 13 di Nusa Dua, Bali, 2008 kemarin, pada tanggal 20/7/08, wakil presiden (wapres), Jusup Kalla menyatakan, “pengusaha yang bergabung dalam Hipmi tidak perlu berambisi terjun kedunia politik. Kalau dalam kondisi seperti ini pangusaha ingin jadi politikus, kita akan kekurangan pengusaha yang baik”.


Mengingat pernyataan Jusup Kalla di atas, maka timbul pertanyaan, apakah dunia politik itu benar-benar licik dan berdampak negatif? Melihat indikasi pada pernyataannya “kalau kondisi seperti ini pengusaha ingin jadi politikus, kita akan kekurangan pengusaha yang baik” dan Jusup Kalla sendiri sudah terjun dalam dunia yang dimaksud.

Kalau kita berbicara tentang politik maka kayaknya akibat yang ditimbulkannya identik dengan korupsi, pemerasan, dan sejenisnya. Kenapa kok seperti itu? Karena kasus-kasus tersebut yang terjadi di negara Indonesia ini banyak dilakukan oleh para politikus.

Memang, banyak politikus/pengusaha yang terjun ke dunia politik mayoritas berdampak negatif, tapi adapula sisi positifnya dengan catatan: pertama, tetap pada kode etik perpolitikan.

Kedua, sebelum terjun ke dunia politik harus memiliki basis ekonomi yang kuat sehingga tidak mudah tergoda dengan budaya korupsi dan sejenisnya. Banyak contoh di Negara lain, mereka masuk kedunia politik setelah memiliki basis ekonomi yang kuat sehingga mereka memiliki kekuatan untuk kemandirian tanpa harus tergoda dengan budaya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Dua hal diatas perlu diperhatikan oleh seseorang yang ingin menekuni dunia politik, apalagi dewasa ini sudah mulai bermunculan para politikus darah muda, seiring dengan akan tibanya pemilu 2009, 9 April nanti. Dan pasca pemilu nanti diharapkan lahirnya Harun al-Rasyid baru.

*telah dimuat di harian Duta Masyarakat

2 Responses to "Politikus Harus Punya Basis Kuat*"

  1. Ketiga, dan paling penting...harus punya basis massa yang jelas. Massa solid yang mengenalnya karena pikiran dan tindakan, bukan masa fluid yang mengenalnya dari poster dan pamlet...apalagi dari pijit gratisan...hehehe

    BalasHapus
  2. betul. pa akan da ke empatnya? he.he.he

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!