Pendidikan Parenting di Sekolah dan Rumah

Seorang teman pernah berujar; suatu ketika seorang guru TK (taman kanak-kanak) membimbing anak didiknya dengan begitu lembut, telaten, dan penuh kasih sayang. Dalam setiap harinya seakan tidak ada rasa jenuh dengan ulah anak didiknya yang semuanya sedang aktif-aktifnya. Semuanya ia jalani dan bimbing dengan penuh kesabaran.

Namun, di waktu lain, setelah mengajar dan membimbing anak didiknya di sekolah, sikap lembut, telaten, dan kesabaran tersebut seakan hilang seketika. Dia justru begitu “ganas” kepada anak-anaknya. Mengapa bisa demikian? Seorang guru yang begitu lembut, telaten, dan sabar dalam mengayomi anak orang lain (anak didik) di sekolah justru ganas pada anaknya sendiri di rumah?

Di sekolah,sebuah tuntutan dan keniscayaan untuk bersikap lembut, telaten, dan sabar. Apalagi ketika ia sudah bersedia menjadi guru dari awal sudah didoktrin untuk telaten dan sabar.

Untuk itu, kiranya sangat penting bagi para guru untuk mengaktualisasikan pendidikan parenting dalam keluarga, tidak hanya di sekolah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

*telah dimuat di Gagasan Jawa Pos (24 Maret 2014)

3 Responses to "Pendidikan Parenting di Sekolah dan Rumah"

  1. Wah, dimuat lagi,ya. Selamat. Lama gak kirim-kiirm ke Gagasan. *Senyam-senyum baca ilustrasinya. :)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Menarik di balik ironi...
      Kurang lebih seperti itu. :)

      Hapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!