Menatap 2010 dengan Mimpi‎*


Oleh: Abd. Basid

Peringatan tahun baru telah tiba. Pergantian waktu terasa semakin cepat, seiring dengan kesenangan yang menyelinap dalam dada demi menyongsong tahun baru, yang kerap identik dengan semangat baru dan optimesme baru.

Tahun kemarin adalah tahun yang sudah jauh meninggalkan kita dan tidak mungkin kembali ditemui. Untuk itu, kiranya kita perlu untuk mengevaluasi diri untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Jika pada tahun kemarin kita hanya bisa begini, maka dengan datanganya semangat dan optimesme baru ini setidaknya pada tahun ini kita harus bisa begini dan begitu dalam kebaikan dengan bermimpi yang pastinya disertai usaha yang tinggi.

Meskipun demikian, bukan berarti semua mimpi kita harus dibesarkan, akan tetapi mimpi yang besar itu juga harus diimbangi dengan usaha yang maksimal. Dalam hal ini penulis teringat salah satu centilan dalam film “Sang Pemimpi” yang intinya; “dalam mencapai sebuah mimpi setidaknya tidak dilihat dari sebesar apa kita bermimpi, melainkan sebesar apa (usaha) kita untuk mimpi itu”.

Untuk itu, mari kita tatap tahun baru 2010 ini dengan mimpi yang besar dan pastinya dengan usaha yang besar pula untuk menggapai mimpi besar itu. Jika Ikal dan Aray—dalam “Sang Pemimpi”—bisa ke Paris dengan mimpi yang besar dan usahanya, maka kita juga bisa menggapai surga dengan mengevalusi diri untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Terakhir, selamat tahun baru 2010.


*dimuat di harian Kompas Jatim

1 Response to "Menatap 2010 dengan Mimpi‎*"

  1. Kok Cuma usaha??! Do’anya mana?? Apa do’a again dari usaha ya?! (Kalau iya, kok ada ungkapan “harus disertai usaha dan do’a”??) he.he,

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!