Cegah Flu A-H1N1


Oleh: Abd. Basid

Flu A-H1N1, yang lebih dikenal dengan sebutan flu babi merupakan virus yang ditimbulkan dari gabungan unggas (flu burung) dan manusia (flu manusia). Kedua virus tersalurkan kepada babi yang menularkannya kembali pada manusia. Virus influenza A-H1N1 ini mulai terkenal pada tahun 1918-1919 di Spanyol yang menekan 25 juta korban jiwa.

Baru-baru ini, virus flu A-H1N1 menyebar ke Indonesia yang bisa dibilang sudah mulai menjangkiti seluruh daerah. Sebagaimana diberitakan banyak media bahwa rumah sakit-rumah sakit di Indonesia sudah mulai didatangi pasien yang terkena virus flu A-H1N1. Seperti di RS Sanglah, Bali, sudah 6 orang, RSPI Sulianto Saroso, DKI Jakarta, sudah 46 orang, RSPAD Gatot Subroto, DKI Jakarta, sudah 5 orang, RS Siloan Kebun Jeruk, DKI Jakarta, sudah 2 orang, RS Hasan Sadikin, Jawa Barat, sudah 5 orang, RS Adam Malik, Sumatera Utara sudah 6 orang, RS Kanudjoso Djati Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah 2 orang, RS International Bintaro, Banten, 1 orang, RS Sardjito, DI Yogyakarta, 1 orang dan di Jawa Timur yang tersebar di RS Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang dan RSUD Nganjuk kesemuanya 5 pasien, dengan rincian; RS Dr. Soetomo 1 orang, RSSA 3 orang dan RSUD Nganjuk 1 orang (Kompas, 15/7/9).

Untuk mencegah agar virus mematikan ini tidak menyebar dan menular pada sekitar, maka masyarakat dan pemerintah diharapkan sadar akan bahaya dari virus flu A-H1N1 ini, dengan cara selalu membiasakan gaya hidup sehat, yaitu gizi cukup, istirahat cukup, lingkungan bersih, dan cuci tangan dengan sabun setelah bepergian dan akan makan.

Selain itu, pemerintah dituntut bisa proaktif untuk mencegah menyebarnya virus flu A-H1N1 dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, termasuk di lingkungan publik seperti terminal dan bandara. Artinya, dengan kondisi itu, kita berharap pemerintah—terutama Departemen Kesehatan (Depkes)—terus memantapkan kesiagaan seluruh jaringannya. Selain mendeteksi para penumpang di bandara dan pelabuhan laut, Depkes harus konsekuen menyiapkan rumah sakit dan SDM-nya di tanah air untuk sigap.

Disamping itu juga, pemerintah harus lebih bersikap terbuka dan bermitra dengan badan kesehatan international. Hal ini bisa mengaca pada Meksiko yang bisa mengatasi/mengendalikan virus flu A-H1N1 ini secara efektif karena pemerintah Meksiko mau bersikap terbuka dan bermitra dengan badan kesehatan international. Keterbukaan mengenai situasi yang ada dan kesediaan untuk bekerja sama dipandang sebagai kunci keberhasilan pengendalian penyakit influenza membahayakan ini.


Tambah Anggaran

Sampai tulisan ini ditulis dan sesuai informasi yang penulis dapatkan bahwa di Indonesia pasien suspect influesza A-H1N1 yang meninggal sudah dua orang, yaitu di Padang, Sumatera Barat, dan Bali.

Untuk mengantisipasi terjangkitnya virus flu A-H1N1 masyarakat diharapkan waspada dengan tidak mengabaikan hal-hal yang sekiranya bisa menyebabkan menularnya virus flu A-H1N1. Masyarakat yang baru saja bepergian ke daerah luar untuk lebih waspada terhadap kemungkinan tertular virus flu A-H1N1 seperti mengantisipasinya dengan menggunakan masker dan sejenisnya. Karena banyak pasien yang terkena virus flu A-H1N1 setelah mereka ada/datang dari luar daerah (negeri).

Dan juga perlu diperhatikan, jika ada gejala-gejala, maka diharapkan untuk segera melaporkan pada pihak berwajib, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan (Dinkes). Gejala flu A-H1N1 ini seperti influenza musiman dan pnumonia, antara lain demam, lendir berlebihan dari hidung dan tenggorokan, kesulitan bernafas atau bernafas pendek, rasa tertekan pada dada dan perut (nyeri), pusing tiba-tiba, mual, muntah berat, serta batuk. Kondisi gawat darurat pada anak ditandai dengan pernafasan cepat atau sulit bernafas, warna kulit kebiruan, tidak cukup minum, susah bangun, tidak berinteraksi dan rewel. Gejala mirip flu membaik, tetapi lalu kembali dengan gejala demam dan batuk hebat, diare, serta muntah. Lebih dicurigai lagi jika dalam tujuh hari sebelum sakit ada kontak dengan kasus konfirmasi A-H1N1 atau berkunjung ke area kasus konfirmasi A-H1N1.

Persediaan obat-obatan untuk mengantisipasi penyebaran virus flu A-H1N1 juga harus disiagakan di puskesmas/rumah sakit daerah. Dalam hal ini peran pemerintah sangat menentukan dengan mencanangkan tambahan anggaran untuk produksi obat-obatan antikuman virus semisal vaskin/tamiflu. Seperti apa yang telah dilakuakan pemerintah Thailand dan AS.

Di Jawa Timur, misalnya, tepatnya di Kota Kediri mengalami kekurangan obat tamiflu. Akibat kekurangan tersebut, stok tamiflu sejumlah puskesmas tidak merata (Kompas Jatim, 15/7/9). Memang penyebab dari kurangnya obat tamiflu tersebut bukan karena minimnya anggaran, akan tetapi untuk mengantisipasi kekubutuhan mendadak, maka anggaran tambahan sangat dibutuhkan.

Akhir kata, jika semua kalangan (masyarakat dan pemerintahnya) sadar dan waspada, maka pengalaman saat menangani mewabahnya virus flu burung (H5N1) yang oleh banyak kalangan dianggap tidak tuntas tidak akan terulang lagi. Dan yang jelas tanpa mengenyampingkan kekuasaan tuhan yang maha kuasa dan berkehendak.

Surabaya, 16/7/09

0 Response to "Cegah Flu A-H1N1"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!