Pemimpin “Berkacamata Hitam” (1)*


Oleh: Abd. Basid

Sebentar lagi pelaksanaan pemilu akan terlaksana (9/4). Para caleg pada sibuk mensosialisasikan dirinya supaya rakyat bisa memilihnya sebagai wakilnya. Imbauan dari banyak pihak agar rakyat tidak golput juga meyibukkan pelaksanaan pemilu 2009 ini. Seperti dari pihak KPU yang sempat lewat sms; “tandai pilihanmu dengan centang (v) satu kali di kolom parpol/nomor urut calon/nama calon untuk memilih anggota DPR dan DPRD serta di kolom foto untuk anggota DPD”.

Semua itu, tidak lain hanya untuk mengajak rakyat agar menggunakan hak pilihnya 9 April nanti. Pertanyaannya sekarang; seberapa besarkah efek dari imbauan itu? Penulis kira, imbaun tersebut tidak akan begitu ngefek pada masyarakat. Karena, melambungnya angka golput kali ini disebabkan karena mereka tidak percaya akan kapabilitas pemimpin sekarang ini, bukan karena mereka tidak sadar. Tidak jarang ditemukan seorang yang “berkacamata hitam” setelah mereka menjabat. Janji-janji yang mereka janjikan sebelumya tidak terbukti. Mereka tidak peduli lagi akan rakyat. Mereka lebih memilih kepentingan pribadi dari pada peduli sama sekitar.


* telah dimuat di harian Kompas Jatim (8/409)

2 Responses to "Pemimpin “Berkacamata Hitam” (1)*"

  1. Yup, hidup GOLPUT
    Bukan karena buta politik, tapi juga karena sadar politik. Hanya saja caranya harus dirubah bro...Seorang teman menyarankan untuk tetap menggunakan hak pilih itu dan contrenglah dengan tanda yang "tidak perlu". Kurasa perlu dicoba, dan lebih performatif, mengekspresikan "GOLPUT" itu...hahaha

    BalasHapus
  2. hahaha,...hola bro,...aku sih bukannya golput, tapi salah kasih tanda aja, bukannya di contreng tapi di "x" pada gambarnya, dah gitu banyak lage yg di "x",....wkakaka, okay bro, ...btw, dukung aku yah di kontes fajar, ditunggu lo komennya ini linknya :
    http://fajarseraya.com/mengenal-watak-blogger-melalui-website-pribadinya

    BalasHapus

Tinggalkan komenrar Anda di sini!