Berdamai dengan Facebook*

Banyak jenis jejaring sosial yang menghiasi dunia maya era sekarang ini. Mulai dari yang klasik sampai yang terbaru. Kalau dulu kita akrab dengan Friendster, kini Friendster kayaknya sudah dianggap tidak bersahabat lagi. Jejaring sosial yang banyak didemami banyak kalangan sekarang ini adalah Facebook. Sejak munculnya jejaring Facebook ini banyak kalangan yang meresponnya dengan penuh antusias. Mulai dari anak kecil-remaja-dewasa, semuanya akrab dengan jejaring yang identik dengan warna biru itu. Kalau kita pergi ke warnet-warnet, maka jarang—kalau tidak mau dikatakan tidak ada—kita akan menemukan pelanggan yang tidak membuka Facebook.

Membuka dan berlabuh dengan Facebook memang asyik dan membuat ketagihan. Hal ini disamping karena tampilannya yang cukup sederhana, mungkin juga karena kemudahannya untuk bisa diakses lewat seluler atau HP, juga ditambah lagi adanya fasilitas yang disediakan cukup menarik.

Pada Facebook kita akan menemukan banyak jenis fasilitas yang disediakannya. Mulai dari permainan sampai persaingan antar facebooker (sebutan bagi pengguna Facebook).

Awal-awal saya mengenal Facebook, saya tidak langsung begitu faham bagaimana cara mengoperasikannya. Waktu itu, saya diundang teman seorang redaktur koran lokal Surabaya lewat pesan e-mail untuk bergabung di dunia Facebook. Menanggapinya, saya tidak banyak tahu apa fungsi dari Facebook itu sendiri. Proses pendaftarannya pun waktu itu saya asal isi. Namun, untuk bisa mengoperasikannya, saya tidak butuh waktu lama untuk bisa menguasainya. Hanya dengan cukup ngotak-atik wall dan pencet sana-sini, sudah bisa menampilkan tampilan yang cukup menarik. Singkatnya, semenjak itu, saya bisa lebih enjoy menggunakan Facebook daripada yang lainnya, termasuk ketika mengirimkan artikel dan kabar untuk suatu media, yang kebetulan redakturnya berteman di Facebook.

Memang banyak manfaat yang bisa dihasilkan lewat Facebook ini. Mulai dari manfaat yang bersifat materi sampai non materi. Lewat Facebook kita bisa mengenal dan bersilaturrahmi dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Lewat Facebook kita bisa bertransaksi tanpa harus banyak memakan waktu.

Sebetulnya, kalau kita berbicara manfaat dari Facebook itu tergantung pada siapa yang menggunakannya. Facebook juga gampang untuk dibuat “mainan” yang tidak sedikit berbahaya (negatif). Namun, Facebook sebagai jejaring sosial dan kita sebagai makhluk sosial setidaknya kita bisa memilah dan memilih untuk bisa bersikap dewasa. Untuk itu, buku “Gara-Gara Facebook: Kisah-kisah Lucu, Gokil, dan Aneh dari Para Facebooker” bisa dijadikan bahan bacaan untuk selanjutnya bisa direnungkan dan mengambil ibroh dari kiash-kisah yang disajikannya.

Seperti tertera pada judulnya, dalam buku ini memang terdiri dari berbagai macam kisah yang ada. Mulai dari yang lucu hingga kisah yang serius. Sebagai buku yang memuat sebuah kisah, bahasa buku ini langsung bersabat dan mengalir tanpa harus banyak pikir untuk menghatamkannya. Dengan cukup memelototi halaman demi halaman pembaca akan terpancing untuk mengetahui kisah-kisah yang tersaji di dalamnya dan akhirnya bisa menyelasaikannya.

Hemat saya, mambaca buku ini akan memberikan pencerahan kepada kita untuk bisa mennggunakan Faceboook secara dewasa, karena di dalamnya juga ditampilkan kisah-kisah yang memang mengandung peringatan agar tidak terperangkap pada tipu muslihat tangan-tangan tak bertanggung jawab. Lihat saja seperti pada kisah dengan judul “Ternyata Dipecat Deh!”. Isi dari judul ini mengisahkan seorang karyawan yang dipecat karena gara-gara kurang bisa menjaga egonya yang keegoannya itu ditumpahkan di wall Facebooknya dan akhirnya ketahuan sang manajer dan dipecat (hal. 50-51).

Akhir kata, buku ini adalah buku yang mengajak agar kita bisa berdamai dengan Facebook. Artinya, dengan beragam kisah yang disajikan di dalamnya kita bisa mengambi ibroh dari lucu, gokil, dan anehnya kisah yang tersaji di dalamnya—yang nantinya Facebook tidak akan menjadi angker.


*telah dimuat di Radar Surabaya (23/5/2010)


Data Buku

Judul: Gara-Gara Facebook: Kisah-kisah Lucu, Gokil, dan Aneh dari Para Facebooker

Penulis: Adrian A Pradana dkk

Penerbit: Leutika Yogyakarta

Cetakan: I, 2009

Tebal: 188 halaman

ISBN: 978-602-8597-10-4

Harga: 30.000;-

Peresensi: Abd. Basid, facebooker dan pustakawan pesantren IAIN Sunan Ampel Surabaya

0 Response to "Berdamai dengan Facebook*"

Posting Komentar

Tinggalkan komenrar Anda di sini!